Jawaban Jelaskan mengapa aturan oktet dan duplet digunakan dalam ikatan kimia?

Jika teman-teman sedang butuh jawaban atas pertanyaan: Jelaskan mengapa aturan oktet dan duplet digunakan dalam ikatan kimia?, maka sobat ada di artikel yang tepat.

Di laman ini tersedia beberapa solusi mengenai soal tadi. Ayok dibaca kelanjutannya ….

——————

Soal

Jelaskan mengapa aturan oktet dan duplet digunakan dalam ikatan kimia?

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Jelaskan mengapa aturan oktet dan duplet digunakan dalam ikatan kimia?

Jawaban:

karena untuk mencapai kesetabilan ketika unsur saling berikatan dalam ikatan kimia.  suatu unsur saling berikatan jikas electron valensi suatu unsur  harus memenuhi atur octet agar mencapai kesetabilan seperti unsur golongan gas mulia dan atur duplet agar setabil seperi unsur hydrogen.

Penjelasan:

Kaidah octet adalah suatu aturan sederhana dalam ilmu kimia yang menyatakan bahwa atom yang cenderung saling berikatan harus memenuhi aturan electron valensi pada kulit terluar mencapai delapan (8)electron  agar mencapai suatu keseimbangan dalam ikatan kimia. Setiap unsur yang berikatan harus memiliki 8 elektron dalam kelompok electron valensinya agar mencapai kesetabilan seperti gas mulia. Kaidah ini diterapkan pada unsur-unsur golongan utama seperti karbon, nitogen, oksigen dan halogen. Aturan ini jga dapat diterapkan pada unsur golongan logan seperti natrium dan magnesium. Secara harfiah suatu unsur atau molekul akan mencapai kesetabilan bila electron terluarnya telah mencapai delapan electron. Aturan ini pertama kali diperkenalkan oleh W.Kossel dan G.N Lewis.  

Cara mencapai kesetabilan suatu unsur  

Unsur-unsur cendrung mencapai kesetabilan bila telah mencapai konfigurasi stabil gas mulia dengan electron velensi 8 yang disebut aturan octet. Sedangkan kecendrungan unsur-unsur mencapai kesetabilan konfigurasi gas hydrogen (golongan gas mulia) dengan 2 elekron valensi disebut aturan duplet. Suatu atom dapat mencapai suatu kesetablian yaitu dengan cara melepas dan menerima elekteron dan dengan menggunakan pasangan electron secara bersama-sama.  

1. Pelepasan electron  

Atom-atom yang memiliki electron valensi 1, 2, dan 3 dalam konfigurasi elektronya cendrung disebut kelebihan electron dibandingkan dengan konfigurasi electron gas mulia. Maka untuk mencapai kesetabilan atom tersebut cendrung akan melepaskan elektronnya.  

2. Penerima electron  

Atom-atom yang memiliki electron valensi 5, 6, dan 7 pada konfigurasi elektronnya cendrung disebut kekurangan electron jika dibandingkan dengan konfigurasi electron gas mulia. Maka untuk mencapai kesetabilan atom-atom tersebut akan menerima electron dari atom-atom terdekatnya.  

3. Penggunaan elekron bersama  

Atom yang mengguanakan electron bersama dapat terjadi pada atom yang memiliki sifat kelektronegatifan yang tinggi atau atom yang sukar untuk melepas elektronnya. Cara ini umumnya terjadi pada ikatan kovalen. Ikatan ini dapat terjadi umumnya pada unsur-unsur sesame nonlogam karena unsur-unsur dalam golongan tersebut cendrung menarik electron. Konfigurasi elekron yang lebih setabil jika dicapai dengan cara memasangkan elekron valensinya. Jumlah electron yang akan dipasangkan sesuai dengan keadaan paling stabil yang mungkan akan dicapai.  

4. Menerima electron  

Unsur-unsur yang elekton valensinya dilepas, ditambah atau dipasangkan dalam suatu konfigurasi electron maka akan menjadi lebih stabil. Berbagai unsur juga dapat mencapai kesetabilan dengan menerima pasangan electron dari unsur lain untuk mencapai kesetabilan. Hal tersebut umumnya terjadi pada atom-atom yang membentuk ikatan koven koordinasi.  

Pengecualian aturan octet  

Tidak semua senyawa kimia  yang berikata kovalen akan memenuhi aturan octet. Senyawa-senyawa tersebut antara lain seperti PCl5, BH3, NO2, BCl3 dan SF6. Senyawa- senyawa tersebut dinamakan penyimpangan aturan atau pengecualian aturan octet.  

Pengecualian ini terjadi dibagi kedalam tiga katagori yang ditandai dengan okted yang tidak lengkap, jumlah electron ganjil, dan terdapat lebih dari delapan electron disekitar atam pusat.  

1. Okted tidak lengkap  

Ada beberapa senyawa memiliki jumlah electron disekitar atom pusat dalam suatu molekul stabil terdapat kurang atau lebih 8 elektron. Misalnya atom berilium  (Be)memiliki 2 elektron valensi pada sub kulit S yaitu 1s2 2s2. Pada senyawa BeH2 memiliki 4 elektron disekitar atom Be sehingga tidak mungkin untuk memenuhi aturan octet.  

2. Molekul berelektron ganjil  

Beberapa molekul memiliki jumlah electron yang ganjil seperti molekul nitrogen oksida (NO) dan nitogen dioksida (NO¬2).  Aturan octet tidak dapat dipenuhi karena jumlah electron pada molekul tersebut ganjil.  

3. Octet diperluas  

Beberapa atom dengan jumlah electron valensi lebih besar dari delapan disekita atom dapat ditemui  dalam beberapa senyawa. Aturan octet diperluas dapat ditemui pada unsur-unsur period eke 3 ke atas dengan memiliki sub kulit 3s, 3p dan 3d dalam membentuk ikatan. Contoh senyawa yang menyalahi aturan octet adalah SF6 merupakan senyawa yang paling stabil.  

Pelajari lebih lanjut  

Kaidah octet dan duplet https://brainly.co.id/tugas/1075571

Perbedaan kaidah octet dan duplet https://brainly.co.id/tugas/12616293

Senyawa-senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet https://brainly.co.id/tugas/19955391

Detail jawaban  

Kelas : X (10) SMA  

Mata pelajaran : kimia  

Bab: 4 iktan kimia  

Kode: 10.7.4  

Kata kunci: kaidah octet duplet  

——————

Demikianlah tanya-jawab tentang Jelaskan mengapa aturan oktet dan duplet digunakan dalam ikatan kimia?, diharapkan dengan solusi ini bisa bantu memecahkan soal kamu.

Jika kamu masih mempunyai pertanyaan yang lain, silahkan gunakan menu search yang ada di laman ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 6 =